Kamis, 08 Desember 2011

Bidadari Surgaku

Samudra tak sanggup menampung air mata ibu.
Bumi tak lagi menumbuhkan keceriaan untukku.
Langit tlah membenci sikapku
Matahari tak sanggup bersinar untukku.

Aku...
Selalu dan selalu
Menyayat hati bidadariku
Tempat dimana bersandar surgaku.
Aku anggap omong kosong semua titah dan nasehatnya.
Aku acuhkan apa yang keluar dari bibir manisnya.
Hingga surgaku semakin jauh memelukku.

Kini, aku mengerti pahitnya lara.
Pahit dari kesombongan.
Tak sanggup aku menahan, lemah dihadapmu ibu.
Ingin ku bersujud kepadamu...,,
ampunilah aku, anakmu yang berlumur dosa.
Sebelum aku menutup mata.
Sebelum hembus nafas terkhirku.
"Laillahaillaulah Muhammadar Rasulullah"

Sampai nanti aku tak ingin berlalu.
Meninggalkan alunan kasih sayangmu.
Pelukan terhangatmu.
Oh ibu, engkaulah Bidadari Penjaga Surgaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar