Kamis, 08 Desember 2011

Asal Usul Pelangi

Dahulu kala ada sebuah desa yang dilanda kemarau panjang penduduk desa Itu amat menderita. Mereka kelaparan dan kehausan. Lurah desa itu memiliki tujuh orang putri yang sangat cantik. Nama mereka adalah Dewi Merah, Dewi Jingga, Dewi Kuning, Dewi Hijau, Dewi Biru, Dewi Nila, Dewi Ungu. Biarpun cantik, mereka tidak sombong. Mereka ramah dan suka menolong siapa saja. Melihat penderitaan penduduk desanya mereka ingin membantu. Dewi Jingga mengusulkan, “Bagaimana bila kita berkorban untuk desa tercinta ini?”
“Bagaimana caranya?” tanya Dewi Hijau. “Kita semua memakai baju dengan warna seperti nama kita. Kita minta ayah menyediakan kayu bakar di tengah lapangan. Kayu itu kemudian dibakar. Hujan akan turun dan kita semua terjun ke dalam api. Kita akan menjadi awan”.” Dari mana kau dapat pikiran seperti itu?” tanya Dewi Hijau.”aku mengetahui cara itu dalam mimpiku semalam,” jawab Dewi Jingga. Bapak dan Ibu Lurah beserta penduduk kampung berkumpul dilapangan. Api menyala membakar tumpukan kayu. Asap mengepul. Langit menjadi gelap. Ketujuh putri Pak Lurah mengelilingi api. Tiba-tiba turunlah hujan yang amat lebat. Ketujuh putri itu masuk ke dalam kayu yang asapnya mengepul. Apinya mati tersiram oleh air hujan.
        Pak Lurah dan Bu Lurah sanagt terkejut melihat kejadian ini. Mereka hanya dapat berteriak dan menangis pilu. Penduduk desa pun ikut besedih. Mereka menyadari bahwa ketujuh putri Pak Lurah itu berkorban untuk mereka.
        Setelah hujan berhenti,  bunga- bunga bermekaran dan pohon- pohon bertunas daun hijau. Namun, yang lebih mempesona, dilangit tampak awan bewarna- warni yang amat indah. Masyarakat menamainya PELANGI, artinya pengorbanan dan keindahan.
       

Bidadari Surgaku

Samudra tak sanggup menampung air mata ibu.
Bumi tak lagi menumbuhkan keceriaan untukku.
Langit tlah membenci sikapku
Matahari tak sanggup bersinar untukku.

Aku...
Selalu dan selalu
Menyayat hati bidadariku
Tempat dimana bersandar surgaku.
Aku anggap omong kosong semua titah dan nasehatnya.
Aku acuhkan apa yang keluar dari bibir manisnya.
Hingga surgaku semakin jauh memelukku.

Kini, aku mengerti pahitnya lara.
Pahit dari kesombongan.
Tak sanggup aku menahan, lemah dihadapmu ibu.
Ingin ku bersujud kepadamu...,,
ampunilah aku, anakmu yang berlumur dosa.
Sebelum aku menutup mata.
Sebelum hembus nafas terkhirku.
"Laillahaillaulah Muhammadar Rasulullah"

Sampai nanti aku tak ingin berlalu.
Meninggalkan alunan kasih sayangmu.
Pelukan terhangatmu.
Oh ibu, engkaulah Bidadari Penjaga Surgaku.

Rabu, 07 Desember 2011

Kata- kata gombal siip....!

kamu pumya tabung gas ngga.......?
soalnya q merasa sesak di dekatmu..... :)

kamu jangan deket_deket...
kopi q jadi kemanisan tau'... ;)

kalau kamu senyum biasa aja donk...
masa membekas di hatiku gak ilang- ilang...!

kamu keponakan afgan syahreza?
koq tau...
karena kalau q tiap q liat kamu hatiku selalu bilang terima kaih cinta... :)

malam ini ga' ada bintang...
emangnya kenapa?
karena semua bintangnya ada di bola matamu...

suatu hari aku kirim bidadari ke rumahmu, terus bidadarinya balik lagi ke q dan berkata:
"masa' bidadari disuruh menjaga bidadari... :)"

Kita itu kaya sumpit.
Kalo gak berdua gak ada artinya.

aku boleh pinjem kedua tangan kamu nnga'...
(mengulurkan tangan) q mw di beri apa..?
q cuma mau memberikan hatiku kepadamu..

Kamu tau cara obatin mata perih gak?
Mata aku kesilauan liat aura cantik kamu.

Hubungan kita tuh kaya sendal jepit.
Aku gak mau kalo sampe putus.

Kamu gak capek ya, siang sekolah, malemnya mampir di mimpi aku?

Kamu sama mie instan sama deh,
sama-sama seleraku!

Kamu tuh kaya jalan buntu.
Aku udah coba puter balik, muter muter, tetep aja stop nya di kamu.


aku ingin Kamu jadi bumi aja
kok bumi sech ...
Iya soalnya Jika kamu jadi bumi aku akan menjadi bulan Yang selalu mengelilingi hatimu dan juga Seluruh jiwa ragamu :P

Ayah Kamu tukang kebun ya?
kok tau.?????
Iya Soalnya Kamu udah mencangkul-cangkul hatiku,sehingga Subur tumbuh cintamu dihatiku